Pemasangan Pipa Gas PGN Di Tanah Swasta Diperbolehkan Tidak Sesuai SOP

    Pemasangan Pipa Gas PGN Di Tanah Swasta Diperbolehkan Tidak Sesuai SOP

    TANGERANG - Pemasangan Pipa Gas milik Perusahaan Gas Negara ( PGN ) yang berlokasi di wilayah Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur ( SOP ), pasalnya pemasangan pipa gas tersebut kedalamannya hanya beberapa Centimeter saja.

    Sobrun selaku mandor dari pekerjaan tersebut menjelaskan " Kedalaman ini kita sedikit menepis dari SOP yang ada karena tanah ini milik swasta, kami masih bersyukur tanah milik Properti kelas kakap kami masih dapat titip pipa " jelasnya saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.

    Dirinya juga menjelaskan kalau acuannya SOP , Sebaiknya penanaman pipa pada tanah milik pemerintah Daerah seperti tanah PU atau tanah PUPR, kami mensinkronkan antara SOP dengan pihak Developer Sumarecon. Imbuhnya.

    BROADCAST.CO.ID
    market.biz.id BROADCAST.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Pemasangan pipa gas PGN sepanjang 3.050 M sangat terlihat jelas para pekerjanya tidak menggunakan alat pelindung diri K3 ( Keselamatan Kesehatan Kerja ), ketika ditanya hal itu Sobrun menjawab, didalam galian pekerja tidak bisa menggunakan K3, jawabnya singkat.

    Dengan pemasangan pipa gas milik negara yang terkesan tidak memenuhi SOP menurut Sobrun tidak akan membahayakan untuk warga masyarakat sekitarnya, " Dari tahun 1988 saya belum pernah mendengar pipa gas bumi meledak ", tandasnya.

    OTOSATU.COM
    market.biz.id OTOSATU.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Untuk diketahui, Produk yang ditawarkannya merupakan gas bumi atau dikenal juga dengan istilah gas rawa, berbeda dengan gas elpiji, gas ini merupakan bahan bakar fosil yang berasal dari gas methane (C1) dan gas ethane (C2).

    Untuk menyalurkannya membutuhkan infrastruktur berupa pipa gas, tidak bisa dibawa kemana-mana seperti tabung elpiji yang kerap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga selama ini, meski begitu, sebenarnya gas bumi C1 dan C2 lebih banyak dihasilkan di Indonesia.(Sopiyan)

    Tangerang
    Sopiyan hadi

    Sopiyan hadi

    Artikel Sebelumnya

    Polsek Balaraja Lakukan Giat Apel Ops Yustisi...

    Artikel Berikutnya

    Penerapan Aplikasi Pedulilindungi Dengan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 77

    Postingan Tahun ini: 1484

    Registered: Jul 30, 2021

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 38

    Postingan Tahun ini: 569

    Registered: Jul 11, 2020

    Achmad yonathan alexander

    Achmad yonathan alexander verified

    Postingan Bulan ini: 23

    Postingan Tahun ini: 89

    Registered: May 11, 2022

    Maskuri

    Maskuri verified

    Postingan Bulan ini: 21

    Postingan Tahun ini: 522

    Registered: Mar 10, 2022

    Profle

    M.Nursalim verified

    Panasnya Aspal Ikut Membakar Semangat Satgas TMMD Di Kedung Kelor
    Masyarakat Luangkan Waktunya Turun Bersama Satgas TMMD Untuk Membantu Membuat Jalan Makadam
    Droping Material Terus Dilakukan ke Sasaran Fisik TMMD Kodim Tegal
    Pembukaan Turnamen Sepak Bola Sedekah Laut, Dandim Tegal Turun Kelapangan Sebagai Center Back

    Rekomendasi

    Rachmat Gobel Ingin Buka Peluang Kerja Sama Pertanian Indonesia dengan Hokota
    BEM PTAI Apresiasi Ketegasan Kapolri Tindak  25 Personel Terkait Kematian Brigadir Joshua
    Tewasnya Brigadir Yoshua, Kapolri Periksa 25 Polisi Diapresiasi BEM SI
    Guna Menunjang Kinerja ETLE, Korlantas Polri Ganti Warna TNKB Jadi Putih Tulisan Hitam
    Brigjen TNI E. Reza Pahlevi Serahkan Tali Asih dari Kasad Kepada Siswa-Siswi SD YPK Sota Perbatasan RI-PNG Merauke

    Ikuti Kami